My Memory











{Februari 19, 2010}   Budaya Indonesia Yang Di Klaim oleh pihak Malaysia

Sungguh sangat Menyakitkan hati bangsa indonesia atas ulah negeri tetangga yang telah banyak mengklaim budaya-budaya indonesia, mengapa negara tetangga tersebut begitu leluasa mengklaim budaya kita? Apakah karena kita terlihat begitu lemah??

“Kita adalah negara kaya kebudayaan, sedangkan negara tetangga miskin kebudayaan, makanya dia berusaha untuk memiliki sebagian kebudayaan tersebut” ..sepertinya kok tenang-tenang saja dan cenderung pasrah begitu saja budaya kita dicomot dan di injak2 oleh negara tetangga. sungguh sangat ironis sekali, padahal yang namanya budaya itu adalah simbol suatu negara, jika budaya kita sudah dipermainkan serta di klaim, itu sama saja menginjak2 harga diri bangsa indonesia… dari semua budaya yang di klaim malaysia, saya menulis 3 besar yang telah di klaim ….
1.Batik

Klaim Malaysia atas batik sangat meresahkan perajin batik Indonesia. Bangsa ini harus segera menghapus bayang-bayang yang meresahkan itu agar perajin batik Indonesia di kemudian hari tidak perlu memberi royalti kepada negara lain.
Perajin batik Pekalongan, Romi Oktabirawa, mengatakan hal itu dalam pembentukan Forum Masyarakat Batik Indonesia di Jakarta. Romi mengatakan, generasi batik masa lampau hanya melihat kompetisi antarperajin di dalam negeri. Kini, sudah saatnya perajinbatik bersatu, menunjukkan eksistensi bahwa batik adalah warisan budaya Indonesia.
Untuk melestarikannya, Pemerintah Indonesia akan menominasikan batik Indonesia untuk dikukuhkan oleh Unesco sebagai Warisan Budaya Tak Benda (Intangible Cultural Heritage).
2.Tari Pendet

Geram dan marah muncul dari masyarakat Indonesia menyikapi klaim kebudayaan yang dilakukanMalaysia. Berbagai aset budaya nasional dalam rentang waktu yang tak begitu lama, diklaim negara tetangga. Pola pengklaimannya pun dilakukan melalui momentum formal kenegaraan. Seperti melalui media promosi ‘Visit Malaysia Year’ yang diselipkan kebudayaan nasional Indonesia.
3.Wayang Kulit

TIDAK lengkap rasanya berwisata ke Malaysia kalau tidak mengunjungi pusat pemerintahan federal baru di Putrajaya yang berlokasi di propinsi Selangor. Berada di hamparan tanah seluas lima hektar, Putrajaya menawarkan wisata desain kotapraja modern dengan tampilan dua konsep, yakni kota taman dan kota pintar.

Di daerah Putrajaya, terdapat pusat konvensi yang berbentuk layang-layang wau atau bulan. Gedung ini memiliki fasilitas untuk konvensi internasional dan regional, serta untuk acara pameran. Selain itu, Putrajaya juga menampilkan lima jembatan unik yang menampilkan kekhasan daerah wilayah tersebut. Kelima jembatan itu antara lain Jembatan Putra, Jembatan Seri Perdana, Jembatan Seri Bakti, Jembatan Seri Gemilang dan Jembatan Seri Wawasan.

Dengan lokasi yang menawan tersebut, pemerintah Malaysia pun menggandeng sekitar 700 tamu dari wartawan media cetak dan elektronik, biro perjalanan dari berbagai negara Asia, Amerika, Eropa dan Timur Tengah.

Tidak sekedar menawarkan lokasi, pemerintah Malaysia memamerkan kegiatan wisata Malaysia bertajuk Colours and Flavours of Malaysia. Kegiatan ini mempertontonkan kekayaan warna, budaya, dan ragam makanan, serta keunikan multikultur, multi-etnis, dan masyarakat multinasionalnya dalam suasana yang penuh ria dan tawa.

Namun sebelum acara puncak yang menggelar pertunjukan jalanan, musik dan tarian dibuka, pengunjung mendapat pertunjukan wayang kulit yang menurut pembawa acara, wayang kulit juga terdapat di wilayah Malaysia sejak 250 tahun yang lalu.

“Wayang kulit ini sudah ada di Malaysia sejak 250 tahun yang lalu,” ujar pembawa acara kepada pengunjung dalam bahasa Melayu dan Inggris.

Tidak seperti yang biasa terjadi di Indonesia, wayang kulit ala Malaysia ini diperagakan oleh tiga dalang sekaligus. Tiga dalang ini tidak hanya duduk diam, dan kemudian memainkan olah tangan untuk membuat ‘hidup’wayang kulit. Ketiga dalang ini bahkan bisa berlari untuk membuat cerita wayang pada layar lebar sehingga menarik untuk ditonton. Diiringi tujuh alat musik,seorang dalang bercerita dengan menggunakan bahasa melayu. Pertunjukkan wayang kulit ini berkisah tentang raja yang gemar memelihara binatang gajah, harimau,dan burung.

Kamrul Hussin, seorang dalang yang sempat mempetontonkan aksinya selama 20 menit kepada Persda Network membeberkan perihal wayang kulit yang berada di Malaysia.

“Wayang kulit yang saya mainkan itu wayang kulit dari Kelantan. Wayang ini dulunya dipanggil Wayang Siam,” kata Kamrul Hussin dengan semangat.

Tidak diketahui persis, sejak kapan perubahan nama dari wayang Siam menjadi wayang Kelantan.Namun Kamrul menceritakan bahwa kelantan sendiri berarti petani.

“Petani itu adalah kelantan di Malaysia,” tandasnya.

Kamrul menambahkan, dalam wayang kulit Kelantan sebenarnya hanya menggunakan layar kecil dengan satu dalang disertai alunan musik tradisional.

“Layar lebar dan tiga dalang yang anda lihat tadi adalah eksprementasi yang kita buat supaya dapat ditonton orang banyak. Tapi di Kelantan, dalang itu satu dengan suara dan karakter bermacam-macam, “ungkapnya.

Pertunjukkan wayang kulit ala Malaysia dalam acara Colours and Flavours of Malaysia yang dimeriahkan sekitar 1,600 peserta dengan bentuk parade sempat mendapat perhatian besar dari rombongan Indonesia yang ikut hadir dalam acara itu. Sebagian mempertanyakan original wayang kulit sebagai budaya di Malaysia.

“Yang saya tahu wayang itu adalah bahasa jawa. Apakah ini akan diklaim lagi oleh mereka,” tanya seorang rombongan Indonesia kepada Persda Network dengan nada meninggi.

.. selanjutnya adalah ..

– Angklung
– Reog Ponorogo
– Kuda Lumping
– Lagu Rasa Sayange
– Bunga Rafflesia Arnoldi
– Keris
– Rendang Padang

Selain itu, Malaysia ternyata masih mengklaim beberapa barang yang banyak terdapat di Indonesia sebagai warisan budaya mereka. Dalam situs warisan.gov.my, Malaysia mematenkan berbagai produk seperti tempoyak, gamelan, ketupat sampai pisang goreng sebagai warisan kebangsaan mereka. Sungguh memalukan kelakuan bangsa mereka.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: