My Memory











{April 10, 2010}   BAB 5 ” MANUSIA DAN KEINDAHAN”

A. PENGERTIAN KEINDAHAN

Keindahan adalah identik dengan kebenaran. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan asas lokal. Keindahan hanya sebuah konsep yang baru berkomunikasi setelah mempunyai bentuk, misalnya lukisan pemandangan alam, tubuh yang molek, film dan nyanyian.
 Disamping itu terdapat pula perbedaan menurut luasnya pengertian dari keindahan, yakni :
a. Keindahan dalam arti yang luas
b. Keindahan dalam arti estetis murni
c. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan

Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Orang Yunani dulu berbicara pula mengenai buah pikiran yang indah dan adat kebiasaan yang indah. Tapi bangsa Yunani juga mengenal pengertian keindahan dalam arti estetis yangdisebutnya”symmetria” untuk keindahan berdasarkan pendengaran ( musik ).

Jadi pengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi :
a. Keindahan seni
b. Keindahan alam
c. Keindahan moral
d. Keindahan Intelektual
Keindahan dalam arti estetis murni menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang dicerapkannya, yakni berupa keindahan dari bentuk dan warna. Jadi keindahan pada dasarnya adalah sejumlah kwalita pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal. Kwalita yang sering disebut adalah kesatuan ( unity ), keselarasan ( harmony ), kesetangkupan ( symmetry ), keseimbangan ( balance ), dan perlawanan ( contrast ).

B. NILAI ESTETIK

 Pengertian Nilai Estetik
Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik. Menurut kamus itu selanjutnya nilai adalah semata-mata suatu realita psikologis yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada bendanya itu sendiri. Tentang nilai itu ada yang membedakan antara nilai subyektif dan nilai obyektif, atau ada yang membedakan nilai perseorangan dan nilai kemasyarakatan. Tetapi penggolongan yang penting adalah nilai ekstrinsik dan nilai instrinsik.

 Nilai Ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (instrumental/contributory value), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu.
 Nilai Instrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.
Contoh :
1. Puisi
Bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi, baris, sajak, irama itu disebut sebagai nilai ekstrinsik, sedangkan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (nilai benda) puisi itu disebut nilai instrinsik.
2. Tari
Tarian Damarwulan-minakjinggo suatu tarian yang halus dan kasar dengan segala macam jenis pakaian dan gerak-geriknya. Tarian itu merupakan nilai ekstrinsik, sedangkan pesan yang ingin disampaikan oleh tarian itu ialah kebaikan melawan kejahatan merupakan nilan instrinsik.

C. KONTEMPLASI DAN EKSTANSI
– Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusian untuk menciptakan sesuatu yang indah
– Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah.
Apabila kontemplasi dan ekstansi itu dihubungkan dengan kreativitas, maka kontemplasi itu factor pendorong untuk menciptakan keindahan, sedangkan ekstansi merupakan factor pendorong untuk merasakan, menikmati keindahan. Karena drajat kontemplasi dan ekstansi itu berbeda-beda antara setiap manusia, maka tanggapan terhadap keindahan karya seni juga berbeda-beda. Mungkin orang yang satu mengatakan karya seni itu indah, tetapi orang lain mengatakan, karya seni itu tidak/kurang indah, karena selera seni berlainan.

D. APA SEBAB MANUSIA MENCIPTAKAN KEINDAHAN ?
Keindahan itu pada dasarnya adalah alamiah. Motivasi itu dapat berupa pengalaman atau kenyataan mengenai penderitaan hidup manusia, mengenai kemerosotan moral, mengenai perubahan nilai-nilai dalam masyarakat, mengenai keagungan Tuhan dan banyak lagi lainnya. Tujuannnya tentu saja dilihat dari segi nilai kehidupan manusia, martabat manusia, kegunaan manusia secara kodrati.

Berikut ini akan dicoba menguraikan alasan/motivasi dan tujuan seniman menciptakan keindahan :
1. Tata Nilai yang telah usang
Tata nilai yang terjelma dalam adat istiadat ada yang tidak sesuai lagi dengan keadaan, sehingga dirasakan sebagai hambatan yang merugikan dan mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan , misalnya kawin paksa, pingitan, derajat wanita lebih rendah dari derajat laki-laki.
2. Kemerosotan Zaman
o Keadaan yang merendahkan derajat dan nilai kemanusiaan ditandai dengan kemerosotan moral. Kemerosotan moral dapat diketahui dari tingkah laku dan perbuatan manusia yang bejat terutama dari segi kebutuhan seksual. Kebutuhan seksual ini dipenuhinya tanpa menghiraukan ketentuan-ketentuan hokum agama dan moral masyarakat.
o Sebagai contoh ialah karya seni berupa sarajak yang dikemukakan ole WR.Rendra berjudul “Bersatulah Pelacur-pelacur Kota Jakarta”. Di sini pengarang memprotes perbuatan bejat para pejabat, yang merendahkan derajat wanita dengan mengatakan sebagai inspirasi revolusi, tetapi tidak lebih dari pelacur.

Sajaknya sebagai berikut :
Pelacur-pelacur kota Jakarta
Dari kelas tinggi dan kelas rendah
Telah diganyang
Telah diburu-buru
Mereka kecut
Keder
Terhina dan tersipu-sipu
Sesalkan mana yang mesti kau sesalkan
Tapi jangan au kelewat putus asa
Dan kau relakan dirimu dibiki korban

Wahai pelacur-pelacur kota Jakarta
Sekarang bangkitlah
Sanggul kembali rambutmu
Karena setelah menyesal
Datanglah kini giliranmu
Bukan untuk membela diri meluba
Tapi untuk lancarkan serangan
Karena
Sesalkan mana yang mesti kau sesalkan
Tapi jangan lagi kau rela dibikin korban

Sarinah
Katakan kepada mereka
Bagaimana kau dipanggil kekantor menteri
Bagaimana ia bicara panjang lebar kepadamu
Tentang perjuangan nusa bangsa
Dan tiba-tiba tanpa ujung pangkal
Ia sebut kau insipirasi revolusi
Sambil ia buka kutangmu

Dan kau. Dasima
Kabarkan kepada rakyat
Bagaimana para pemimpin revolusi
Bicara tentang kemakmuran revolusi
Sambil celananya basah
Dan tubuhnya lemas
Terkapar disampingmu
Ototnya keburu tak berdaya

Politisi dan pegawai tinggi
Adalah culak yang rapi
Kongres-kongres dan kongperasi
Tak pernah berjalan tanpa kalian
Kalian tak pernah bisa bilang , “tidak”
Lantaran kelaparan yang menakutkan
Kemiskinan yang mengekang
Dan telah lama sia-sia cari kerja

Ijazah sekolah tanpa guna
Para kepada jawatan
Akan membuka kesempatan
Kalau kau membuka paha
Sedang diluar pemerintahan
Perusahaan-perusahaan macet
Lapangan kerja tak ada
Revolusi para pemimpin
Adalah revolusi dewa-dewa
Mereka berjuang uuntuk warga
Dan tidak untuk bumi

Revolusi dewa-dewa
Tak pernah menghasilkan
Lebih banyak lapangan kerja
Bagi rakyatnya
Kalian adalah sebagian kaum penganggur
Yang mereka ciptakan
Namun
Sesalkan mana yang mana mesti kau sesalkan
Tapi jangan kelewat putus asa
Dan kau rela dibikin korban

Pelacur-pelacur kota Jakarta
Berhentilah tersipu-sipu
Ketika ku baca dikoran
Bagaimana badut-badut mengganyang kalian
Menuduh kalian sumber bencana Negara
Aku akan jadi murka
Kalian adalah temanku
Ini tidak bisa dibiarkan

Astaga
Mulut-mulut badut
Mulut-mulut yang latah
Bahkan sex mereka berpolitikkan

Saudari-saudariku
Membubarkan kalian
Tidak semudah membubarkan partai politik
Mereka harus beri kalian kerja
Mereka harus pulihkan derajat kalian
Mereka harus ikut memiliki kesalahan

Saudari-saudariku
Ambilah galah
Kibarkan kutang-kutangmu diujungnya
Araklah keliling kota
Sebagai panji-panji yang mereka telah nodai
Kini giliranmu menuntut
Katakanlah kepada mereka
Menganjurkan menggayang pelacur
Adalah omong kosong

Pelacur-pelacur kota Jakarta
Saudari-saudariku
Jangan melulu keder para lelaki
Dengan mudah
Kalian bisa telanjangi kaum palsu
Naikkan tarifmu dua kali
Dan mereka akan kelabakan
Mogoklah satu bulan
Dan mereka akan puyeng
Lalu mereka akan jina
Dengan istri saudaranya

3) Penderitaan Manusia
Manusialah yang membuat orang menderita sebagai akibat nafsu ingin berkuasa, serakah, tidak berhati-hati dan sebagainya. Keadaan demikian ini tidak mempunyai daya tarik dan tidak menyenangkan karena nilai manusia telah diabaikan dan dikatakan tidak indah. Yang tidak indah itu harus dilenyapkan karena tidak bermanfaat bagi kemanusiaan.
4) Keagungan Tuhan
Keagungan Tuhan dapat dibuktikan melalui keindahan alam dan keteraturan alam semesta serta kejadian-kejadian alam. Keindahan alam merupakan keindahan mutlak ciptaan Tuhan. Manusia hanya dapat meniru saja keindahan ciptaan Tuhan itu. Seindah-indah tiruan terhadap ciptaan Tuhan, tidak akan menyamai keindahan ciptaan Tuhan itu sendiri.

E. KEINDAHAN MENURUT PANDANGAN ROMANTIK
Erns Cassier ( dalam buku Essay on Man tahun 1954 )
Bahwa keindahan tidak akan pernah selesai diperdebatkan.
John Keats ( dalam Endymion tahun 1795 – 1821 )
A thing of beauty Is a Joy forever its loveliness increases ; it will never pass into nothingness.
Artinya bahwa sesuatu yang indah adalah keriangan selama – lamanya. Kemolekannya bertambah dan tidak akan pernah berlalu ketiadaan

F.  RENUNGAN
Pengertian renungan adalah mencoba untuk memikirkan atau memahami sesuatu hal dengan khusuk.
– Contoh – contoh Teori – teorinya seperti :
Teori Perungkapan ( Art Is an expression of human feeling. )
Tokohnya adalah Benedeto Croce, Leo Tolstol.
Teori Metafisik ( Orang yang menggunakan firasat sebagai dasar merenung. )
Tokohnya adalah Plato, Arthur Schopenhaurer ( 1788 – 1860 )
Teori Psikologis ( Penciptaan seni yang didasarkan pada kejiwaan. )
Tokohnya adalah Freedrick Schiller, Herbert Spencer.

H. KESERASIAN
Pengertian keserasian adalah cocok dalam segala hal.
– Menurut The Liang Gie ada 2 Teori dalam menciptakan seni antara lain :
Teori Objektif ( Plato, Hegel, Bernard Bocanguat )
Teori Subyektif ( Henry Home, Earlof Shaffesbury, Edmund Burke )
I. Teori Perimbangan
Teori ini berasal dari Bangsa Yunani kuno yang diungkapkan dengan angka – angka secara kualitatif. Teori ini runtuh karena desakan dari filsafat empirisme dan aliran termasuk seni.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: