My Memory











{November 30, 2010}   About ” NEW MEDIA “

Media berasal dari bahasa latin yang memiliki arti sebagai pemberi suatu informasi dan penerima informasi tersebut. media pada dasarnya terus berkembang dari masa ke masa, seperti halnya new media yaitu adalah istilah yang sering muncul pada di penghujung abad ke-20 ini yang dapat mencakup gabungan dari media tradisional yang telah ada seperti film, gambar, musik, ucapan kata dan juga tulisan. dengan kekuatan interaktif teknologi komputer dan komunikasi, dan perangkat yang paling digandrungu pada saat ini adalah internet.

New media membuat kemungkinan akses on-demand untuk konten apa saja, kapan saja, dimana saja, untuk perangkat digital apapun, serta mengumpan balik atau feedback interaktif antar pengguna, partisipasi kreatif dan pembentukan masyarakat sekita media. apa yang membedakan new media dan old media adalah buka digitalisasi dari konten media ke bit, melainkan kehidupan yang dinamis dari “media baru” isi dan hubungan interaktif dengan konsumen media.

Kehidupan ini dinamis, bergerak, bernafas,dan mengalir dengan berbagi kegembiraan secara real time. janji penting lain dari new media adalah “demokratissasi” dari, penerbitan penciptaan distribusi, dan konsumsi isi media. dengan demikian, siaran siaran televisi definisi tinggi atau yang lebih dikenal HD dapat dilihat pada TV plasma masih merupakan contoh old media, sementara “analog” kertas poster dari sebuah band rock lokal yang berisi alamat web yang dimana para fans dapat menemukan informasi dan dapat men-download musik adalah contoh komunikasi new media dan wikipedia sendiri merupakan contoh terbaik dari fenomena new media, yang dapat menggabungkan teks internet digital, gambar dan web video dengan web-link, partisipasi kreatif kontributor, feedback pengguna interaktif dan pembentukan komunitas peserta editor dan donor yang dapat diakses oleh siapapun. Sebagian besar teknologi digambarkan sebagai “media baru” yang digital, sering memiliki karakteristik yang dimanipulasi, melalui jaringan, padat, kompresibel, interaktif dan tidak memihak. beberapa contoh mungkin internet, website, komputer multimedia, permainan komputer, CD-ROM, dan DVD. new media tidak termasuk program televisi, film, majalah, buku, atau aplikasi berbasis kertas, kecuali mereka mengandung teknologi yang memungkinkan interaktif digital, seperti grafis yang berisi tag-link web.

 

Contoh dari New Media

1. Koran digital

Koran digital atau (bahasa Inggrise-paper) termasuk ke dalam media yang dimengerti sebagai sarana komunikasi seperti pers, media, media penyiaran (broadcasting) dan sinema yang merujuk pada berbagai institusi atau bisnis yang berkomunikasi dengan para pembaca.

 

Koran Digital

Koran digital ini merupakan koran yang dapat diakses melalui media elektronik seperti komputer atau mobile handphone. Karena perkembangan teknologi, koran yang tadinya berbentuk cetak surat kabar kini tak lagi berbentuk fisik melainkan berbentuk digital atauelektronik. Dalam hal inilah koran mengalami proses digitalisasi dan sudah banyak media massa yang mengembangkan teknologi koran digital ini dan membuat bentuk online dari koran cetak.

 

Koran digital berisi pesan-pesan atau berita untuk memberikan informasi kepada pembaca mengenai hal aktual atau yang baru saja terjadi. Prinsipnya sama seperti media cetak namun dikategorikan ke dalam media elektronik karena proses bekerjanya berdasar pada prinsip elektronik dan eletromagnetis. Contoh dari media elektronik antara lain televisiradiointernet). Edisi online dari sebuah koran ini memiliki reputasi yang tak kalah dengan koran edisi cetak karena berbagai macam user dapat mengakses koran digital ini dan semakin banyaknya pemasang iklan yang terdapat di website.

 

Sejarah

Koran digital berkembang pesat sejalan dengan berkembangnya internet yang mulai dipopulerkan pada tahun 1982. Koran digital muncul sebagai bentuk perkembangan teknologi komunikasi dan sekaligus menjawab kebutuhan konsumen yang membutuhkan persebaraninformasi yang cepat, mudah, dan instan.

Salah satu koran nasional yang mempelopori berkembangnya koran digital ini adalah koran Kontan yang mulai membuat koran dalam bentuk digital pada 2 Juli 2008 silam. Hari berikutnya, giliran Kompas membuat koran digital Kompas. Dua koran nasional lain yang menjadi pelopor digital adalah harian Republika dan Tempo.

 

Contoh koran digital

Hampir semua koran nasional yang ada sudah menyediakan layanan koran dalam bentuk elektronik. Beberapa koran nasional yang sudah dapat diperoleh dalam bentuk elektronik atau digital antara lain: The Jakarta PostJawaposKompasKoran Tempo, dan Media Indonesia

 

Alasan-alasan mengapa muncul koran digital

  1. Berpeluang menjangkau pangsa pasar yang lebih luas. Dalam hal ini, koran digital memudahkan para pembacanya untuk mengakses dimanapun dan kapanpun serta semua orang dapat mengaksesnya secara bebas.
  2. Adanya fasilitas hyperlink yang memungkinkan satu koran menggabungkan kekayaan informasinya sendiri dengan informasi-informasi lain dalam internet sehingga informasi yang didapat dari koran digital menjadi semakin lengkap dan aktual.
  3. Adanya kemampuan multimedia seperti menampilkan grafikbunyi, dan video klip dalam dokumen digital secara terpadu dan sinkron yang memungkinkan koran-koran di masa datang akan lebih hidup seperti halnya radio dan televisi.

 

Keunggulan

  1. Tampilan lebih menarik karena ditambah dengan gambar bergerak dan iklan. Tidak hanya berupa teks dan tulisan serta tata letak dan desain warna yang lebih banyak dan menarik.
  2. Beritanya selalu terbaru. Tidak seperti edisi cetak yang harian atau mingguan. Jika ada berita baru, langsung dapat diunduh dan diunggah sehingga peristiwa yang disajikan semakin aktual.
  3. Kemudahan memilih berita mana saja yang akan dibaca. Dengan koran digital akan sangat mudah untuk memilih berita karena semua terpampang di halaman pertama melalui menu preview semua halamannya. Selain itu, artikel yang bisa dibaca menjadi lebih banyak karena mampu diakses sekaligus dalam satu kurun waktu yang sama.
  4. Cepat dan bisa disimpan. Tak perlu bersusah membolak-balik karena bisa memilih-milih artikel yang hendak dibaca serta waktu yang lebih singkat untuk membaca koran ini karena mampu mengakses artikel sekaligus dalam satu kurun waktu yang sama. Selain itu, artikel yang penting bisa disimpan dengan cara mengunduh atau dalam format PDF.
  5. Tanpa kertas. Sesuai dengan isu pemanasan global saat ini, koran digital memberikan warna bagi gerakan baru untuk menghemat penggunaan kertas dan percetakan. Dengan munculnya koran digital, konten-konten dari sebuah koran dapat langsung diunggah sehingga mengurangi penggunaan kertas dalam proses percetakan yang biasa dipakai oleh media cetak. Ancaman ketersediaan kertas yang semakin menipis semakin berkurang disamping harga kertas yang semakin mahal dan ketersediaanya yang semakin menipis.
  6. Memangkas biaya produksi dan pengiriman yang mencapai angka 75 persen dari biaya pengeluaran produksi seluruhnya. Sebagianpenerbit melihat inovasi teknologi ini akan membantu mereka meraih iklan online lebih besar lagi dan tetap menjangkau para pembacanya.
  7. Praktis dan mudah di dapat di manapun dan kapanpun karena akses koran digital tidak terbatas dengan berkembangnya teknologi internet. Penyimpanan koran digital pun tidak memerlukan sebuah ruang atau tempat yang luas.

 

Koran Digital sebagai New Media

Metamorfosa media cetak menjadi koran digital membuka peluang dunia baru dalam bisnis online yang disebut dengan New Media atau media baru. Media baru yang dimaksud meliputi berita onlineblogpodcaststreaming video, dan social network atau jejaring sosial. Kehadiran koran digital ini mengadopsi segala bentuk dari media baru ini.

Koran digital hadir dalam berbagai bentuk yang antara lain dalam bentuk webRSS(web feed), dan saat ini yang semakin berkembang adalah bentuk mobile phone dimana koran digital dapat diakses melalui ponsel yang dilengkapi fasilitas 3G dan internet serta konten yang bisa diunduh setiap saat.

 

Kekurangan

  1. Keterbatasan sasaran pasar. Target yang dituju hanya pada kalangan menengah ke atas yang mempunyai fasilitas internet dan mempunyai handphone yang memiliki kanal GPRS. Atau di kalangan para pebisnis dan wirausahawan yang memiliki komputer pribadiatau komputer jinjing yang bisa mengakses layanan internet melalui wifi atau modem internet.
  2. Dijadikan lahan bisnis media dan komersil. Terutama karena adanya iklan-iklan bergerak dan video yang hanya mampu diakses menggunakan teknologi Flash dan hanya beberapa pihak saja yang ahli membuat gambar bergerak ini di Indonesia.
  3. Loading masih memerlukan waktu yang lama karena kemampuan koneksi internet di Indonesia masih lamban. Kecepatan internet diIndonesia masih jauh dibawah Korea SelatanHongkongChinaSingapura dan Jepang yang sudah mencapai angka 16.00 Mbps dan hanya memerlukan waktu sepersekian detik untuk mengakses internet daripada di Indonesia yang masih menghabiskan waktu hingga belasan bahkan puluhan detik dengan kecepatan yang hanya mencapai ratusan kbps saja.
  4. Mahalnya biaya internet di Indonesia yang mencapai 17 kali lebih mahal daripada di negara Jepang. Dengan kecepatan yang hanya 256 kbps, para pengguna internet di Indonesia harus membayar sekitar ratusan ribu rupiah per bulan dengan asumsi kuota internet tak terbatas. Selain itu, para pembaca yang mengakses Koran Digital ini melalui telepon genggam mereka menghadapi tagihan biaya yang sama mahalnya karena harga paket yang ditawarkan oleh provider handphone untuk mengakses internet masih relatif mahal.

 

2. Kertas elektronik

Kertas elektronik (bahasa Inggriselectronic paper atau e-paper) adalah sebuah teknologi portabel yang tampilannya hampir sama seperti kertas biasa, namun dapat diakses ribuan kali. Berbeda seperti kertas biasa yang hanya bisa sekali ditulisi, kertas elektronik bisa menerima tulisan dan merefreshnya berkali-kali.

Kertas elektronik dianggap lebih nyaman untuk digunakan dibandingkan layar konvensional karena tampilan gambarnya yang lebih stabil, tidak perlu direfresh secara konstan, dan angle yang lebih luas.Teknologi kertas elektronik digunakan untuk menjalankan aplikasi e-book dan electronic newspaper. Saat ini, terjadi persaingan antar pengusaha media untuk menghadirkan fasilitas kertas elektronik untuk medianya. Hal penting yang harus dipahami, kertas elektronik berbeda dengan kertas digital (digital paper) yang merupakan sebuah teknologi dimana kita bisa menulis dokumen digital dengan pena digital.

 

Teknologi

Gyricon

Gyricon adalah kertas elektronik pertama yang diciptakan oleh Nick Sheridon pada tahun 1970 di Xerox’s Palo Alto Research Center (PARC)Gyricon terdiri dari plastik dua sisi yang ketipisannya hampir sama dengan transparansi standar. Di dalam plastik terdapat jutaan bola bikromal yang lebarnya hanya 1 mikrometer dan masing-masing bola memiliki gelembung minyak yang membuatnya dapat berputar bebas. Perputaran bola-bola itu akan menghasilkan tampilan hitam putih, yang akan terlihat pada teks dan gambar. Data yang berupa teks dan gambar akan diunduh ke dalam kertas elektronik melalui koneksi wireless dalam komputer atau telepon seluler.

 

Elektroforesis

Elektroforesis adalah tampilan informasi yang membentuk gambar dengan menata ulang pigmen partikel dengan menggunakan medan listrik. Elektroforesis merupakan sebuah proses dimana molekul-molekul saling memisahkan diri berdasarkan ukurannya melalui sebuah arus listrik. Dalam sebuah layar elektroforesis, partikel titanium dioksida yang berdiameter sekitar 1 mikrometer. tersebar di dalam minyak hidrokarbon. Sebuah pewarna gelap dan surfaktan juga ditambahkan ke dalam minyak untuk menghasilkan muatan listrik di dalam partikel. Campuran ini diletakkan secara sejajar, dan plat konduktif dipisahkan dengan jarak 10-100 mikrometer. Saat tegangan diberikan, partikel-partikel akan pindah ke plat yang memiliki muatan berlawanan dengan muatan partikel. Saat partikel berada pada depan layar, layar akan tampak putih karena cahaya kembali tersebar kepada viewer melalui partikel titania yang berindeks tinggi. sedangkan saat partikel berada pada belakang layar, layar akan tampak hitam karena cahaya terserap oleh pewarna gelap.

Elektroforesis dapat dihasilkan melalui proses eletronik pada plastik yang dihasilkan oleh Laser Release (EPLaR) yang dikembangkan olehPhilip Research untuk mengaktifkan AM-LCD untuk membuat tampilan yang fleksibel.

Elektroforesis dianggap sebagai salah satu kategori kertas elektronik karena tampilannya yang hampir menyerupai kertas dan daya konsumsinya rendah.

E-Ink

E-Ink adalah jenis lain dari kertas elektronik yang diciptakan oleh Joseph Jacobson pada tahun 1990. Joseph Jacobson kemudian mendirikan perusahaan E Ink dan dua tahun kemudian bekerja sama dengan Philips Components untuk mulai memasarkan teknologi kertas baru yang dinamakan E Ink. Teknologi E Ink menggunakan mikrokapsul berisi aliran listrik dan partikel putih yang tersebar dalam minyal. E Ink memiliki sebuah sirkuit untuk mengontrol partikel putih sepanjang waktu, baik saat partikel putih berada pada bagian atas kapsul maupun saat berada pada bagian bawah kapsul. E Ink merupakan pengembangan kembali dari teknologi elektroforesis. Bedanya, mikrokapsul dapat digunakan di atas lembaran plastik fleksibel, tidak hanya di atas kaca.

 

Pada versi awal, kertas elektronik terdiri dari selembar kapsul transparan yang sangat kecil, sekitar 40 mikrometer. Setiap kapsul berisi larutan minyak yang mengandung tinta hitam dan sejumlah partikel titanium diokasida putih yang tersebar di dalamnya. Mikrokapsul dilapisi cairan polimer, diletakkan diantara dua array elektroda dan bagian atasnya dibuat transparan. Kedua array harus diselaraskan agar lembaran terbagi ke dalam pixel, dimana masing-masing pixel berkaitan dengan sepasang elektroda yang terletak pada dua sisi lembaran. Lembaran dilapisi dengan plastik transparan sebagai upaya perlindungan, sehingga ketebalan secara keseluruhan mencapai 80 mikrometer, atau dua kali dari ketebalan kertas biasa.

 

Jaringan elektroda terhubung dengan sirkuit, yang akan menjalankan dan menghentikan kerja tinta elektronik (bahasa Inggriselectronic inkatau E-Ink)pada pixel tertentu dengan memberikan tegangan kepada sepasang elektroda. Permukaann elektroda yang diberikan tegangan negatif akan membuat partikel berpindah ke bagian bawah kapsul dan mendorong tinta hitam ke permukaan sehingga pixel akan menampilkan warna hitam. Sebaliknya, jika permukaan elektroda diberikan tegangan positif, maka pixel akan menampilkan warna putih.

 

Electrowetting

Electrowetting adalah sebuah teknologi yang didasarkan pada pengendalian bentuk waterfoil, saat diberikan tegangan listrik. Jika tidak terdapat tegangan listrik, cairan minyak akan membentuk film datar antara air dan hidrofobik. Ketika sebuah tegangan diletakkan antara elektroda dan air, maka terjadi perubahan tegangan pada air dan lapisan-lapisannya. Akibatnya, air menjadi tidak stabil dan bergerak menuju minyak. Proses ini akan menciptakan sebuah pixel putih yang kecil. Oleh karena itu, pengguna hanya bisa menemui suatu refleksi yang standar, dimana elemen pengubah tingkat kecerahan dan tingkat kekontrasan akan tersedia.

 

Electrowetting menawarkan sebuah cara unik untuk mencapai tampilan layar yang full colour dan empat kali lebih terang dari LCD. Caranya adalah dengan membuat suatu sistem dimana satu sub pixel dapat berubah menjadi 2 warna sekaligus. Electrowetting tidak mnggunakan 2 warna dasar, yaitu merah, hijau, dan biru (RGB)dalam membentuk tampilan full colour. Sebagai konsekuensi, dua pertiga area layar harus disiapkan untuk memantulkan cahaya yang diinginkan.

 

Electrofluidic

Tampilan electrofluidic merupakan variasi dari tampilan electrowetting. Tampilan electrofluidic menempatkan sebuah dispersi pigmen di dalam wadah kecil. Wadah terdiri dari <5-10% area pixel yang terlihat. Oleh karena itu, secara substansial pigmen dapat hilang dari penglihatan. Tegangan digunakan untuk mengeluarkan pigmen dari wadah sehingga tersebar sebagai sebuah film. Hasilnya, tampilan layar memiliki warna dan tingkat kecerahan yang sama dengan pigmen konvensional, yang terdapat pada kertas biasa. Ketika tegangan dihilangkan, tensi cairan di permukaan menyebabkan dispersi pigmen bergerak dengan cepat ke dalam wadah.

Teknologi electrofluidic ditemukan di Laboratorium Perangkat NovelUniversitas Cincinnanti. Saat ini, teknologi electrofluidic diperdagangkan oleh Gamma Dynamics.

 

Teknologi Lain

Kertas elektronik juga diproduksi dengan menggunakan teknologi cholesteric LCD (CH-LC). Upaya penelitian lain mengenai kertas elektronik juga melibatkan transistor organik yang dimasukkan ke dalam substrat fleksibel. Kertas elektronik yang berwarna terdiri dari optik penyaring tipis dan berwarna, yang ditambahkan dalam teknologi monokrom. Pixel dibagi menjadi 3 warna dasar, yaitu cyanmagenta, dan kuning, sama seperti monitor CRT.

 

Kelebihan

Kelebihan dari kertas elektronik adalah hemat energi (daya hanya digunakan saat tampilan layar diperbarui). Selain itu, kertas elektronik juga lebih fleksibel dan lebih mudah dibaca. Tinta elektronik dapat dicetak di setiap permukaan, termasuk tembok, billboard, label produk, dan kaos. Fleksibilitas tinta juga memungkinkan untuk mengembangkan sebuah tampilan yang posisinya dapat berubah-ubah dalam sebuah perangkat elektronik. Kertas elektronik yang ideal adalah sebuah buku digital yang menyerupai kertas biasa, namun diprogram agar dapat menampilkan dan mengunduh teks dari buku apapun. Kertas elektronik juga dapat diaplikasikan dalam sebuah media harian, seperti koran.

 

Kekurangan

Teknologi kertas elektronik memiliki tingkatan refresh yang rendah dibandingkan dengan teknologi berdaya rendah lain seperti LCD. Dengan demikian, pengguna agak kesulitan untuk memperbesar tampilan saat menggunakan kertas elektronik.

 

Aplikasi

Saat ini, beberapa perusahaan mulai mengembangkan dan menerapkan teknologi kertas elektronik untuk menunjang kelancaran bisnisnya.

Ada beberapa kendala yang dihadapi perusahaan dalam mengaplikasikan teknologi kertas elektronik, kendala itu terkait dengan hal-hal di bawah ini :

  1. Metode pengkapsulan
  2. Penggunaan tinta dan bahan aktif untuk mengisi kapsul
  3. Alat elektronik yang digunakan untuk mengaktifkan tinta

 

Tinta elektronik dapat diaplikasikan dalam material yang fleksibel maupun material yang kaku. Saat diaplikasikan dalam material fleksibel, permukaan harus tipis, dan cukup kuat untuk menahan plastik yang sangat tipis. Setiap perusahaan memiliki metode pangkapsulan tinta dan penerapan substrat yang berbeda-beda. Proses ini sangat rumit dan merupakan rahasia perusahaan yang harus dijaga. Pengusaha kertas elektronik berjanji untuk membuat produk yang tidak rumit dan juga lebih terjangkau dibandingkan LCD. Ada banyak sekali pendekatan untuk mengembangkan kertas elektronik. Teknologi lain yang dapat digunakan untuk membuat kertas elektronik adalah modifikasi dari tampilan kristal cair, tampilan elektrokromik, dan elektronik yang sama dengan Etch A Sketch di Universitas Kyushu.

 

 

Contoh Kejadian yang menggunakan Aplikasi dari salah satu New Media

Diskusi Keterbukaan Budaya dalam Pembukaan Expert Meeting Nu-Substance Festival 2010


Pentingnya keterbukaan, kebebasan berekspresi, dan dialog antar-budaya menjadi hal yang paling krusial dalam mmendorong perkembangan media baru yang perkembangannya kian signifikan di lingkup Asia Tenggara. Itulah kesimpulan dari hasil pembukaan Expert Meeting yang dihadiri oleh sejumlah praktisi media, ahli teori, dan aktivis media dari Asia dan Eropa dalam rangkaian acara Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon. Sejumlah para ahli yang hadir dalam rapat yang dimulai pada Senin (19/7) sekitar pukul 11 siang itu dihadiri oleh Stephen Kovats (Transmediale, Jerman), Victoria Elizabeth Sinclair (Arcspace Manchester, Inggris), Atteqa Thaver Malik (Mauj Media Collective, Pakistan), Arthit Suriyawongkul (Thai Netizen Network & Creative Commons Thailand), Catherine Candano (National University Singapore, Singapura), Benjamin Laurent Aman (Seniman, Perancis), Marion Auburtin (Seniman, Perancis), Mirwan Andan (Ruang Rupa Jakarta, Indonesia), Sabina Santarossa dan Anupama Sekhar (Asia-Europe Foundation).

Mirwan Andan mengemukakan perkembangan media massa di Indonesia saat ini telah dikuasai para elit politik. Ia melanjutkan dengan memberi contoh studi kasus pada televisi-televisi di Indonesia yaitu TV One dan Metro TV. Jurnalisme televisi yang berkembang di Indonesia dianggap tidak sehat karena selalu memunculkan kepentingan-kepentingan para konglomerat media. Bahkan kecenderungan-kecenderungan pemilik media berkecimpung pula di partai-partai politik. Eratnya hubungan politik dan media massa adalah kondisi kisruh dalam perkembangan media massa di Indonesia, terutama sejak dibukanya keran konglomerasi media sejak zaman orde baru.

Perkembangan media baru di negara-negara Asia banyak memiliki hambatan dan tantangan yang banyak dicampuri oleh pemerintah. Menurut Catherine, sangat penting untuk menumbuhkan civil society dalam konteks perkembangan media baru. Ia menambahkan khusus untuk negara-negara Asia Tenggara, saat ini keberadaan civil society sangat lemah. Itu karena kebebasan berekspresi masyarakat sipil seringkali menjadi ancaman bagi pemerintah status quo. Sebagai contoh, kebijakan pemanfaatan media baru di Singapura saat ini diatur begitu ketat. Hal itu membuat kebebasan berekspresi memiliki posisi yang sangat rentan karena ketatnya aturan dari pemerintah dalam mengontrol penggunaan internet.

Hal itu sejalan dengan pendapat Stephen Kovats. Menurutnya, pemerintah seringkali tidak tanggap dan seolah impoten ketika mengatur digital activism. Salah satu upaya yang bisa dikembangkan sebagai jalur alternatif adalah dengan membuka keran-keran dari sektor independen untuk mendorong pertumbuhan aktivisme digital. Inisiasi yang dilakukan lembaga-lembaga non-pemerintah untuk mengembangkan digital activism, seperti Asia-Europe Foundation (ASEF) sangat diperlukan. Sabinda dan Anupama dari ASEF membicarakan perihal pemetaan dan pembuatan kerangka dalam proses mengembangkan ruang-ruang media alternatif. Dalam kesempatan ini, diskusi kemudian mengarah pada perbincangan yang intens mengenai rekomendasi kebijakan pemanfaatan media baru pada beberapa negara di Asia dan Eropa.

Budaya dalam arsip digital

Pada sesi kedua, pemateri yang hadir adalah Endo Suwanda (ethnomusicologist). Endo memaparkan tentang konteks globalisasi terutama dalam kajian-kajian lokal-interlokal-nasional. Ia memberikan contoh pada seni dan budaya yang berkembang di Indonesia. Percampuran antara budaya barat dan timur menjadi satu budaya baru yang berkembang di masyarakat. Contohnya, alat musik asal Pelambang yang “mirip” akordeon. Atau patung-patung Hanoman yang berpencar di seluruh negara baik dari Indonesia, Cina, Thailand, dan Vietnam. Wacana menyoal tradisi “asli” pun menjadi pertanyaan besar soal orisinalitas budaya asli bangsa Indonesia.

Sebuah upaya yang dilakukan oleh Endo untuk melestarikan seni dan budaya yang berkembang di masyarakat Indonesia yaitu dengan menciptakan arsip digital yang berisi daftar dan kategori seni-budaya Indonesia. Seperti situs-situs yang dikembangkan Endo, http://www.tikar.or.id dan http://www.lpsn.org untuk mendokumentasikan seni-budaya yang berkembang di Indonesia. Namun, hal itu tidak mudah. Menurutnya, pengategorisasian dan taksonomi adalah problem paling menyulitkan dalam pengumpulan data-data dokumentasi. Hal itu diakui Endo karena sudah semakin kompleksnya laju seni-budaya yang berkembang di Indonesia. Ia memberikan contoh alat musik asal pulau Sumba, Jungga, yang suara dan bentuknya tidak jauh beda dengan gitar elektrik modern.

Menurut Endo, ada dua permasalahan dalam mengembangkan arsip digital. Pertama, produksi teknis seperti editing dan permasalahan utama yaitu, akses dan pendanaan untuk keberlansungan proyek riset dan dokumentasi. Padahal keberlangsungan arsip digital merupakan hal yang krusial seperti memberikan akses pengetahuan buat orang banyak dan mengetahui laju perkembangan seni-budaya Indonesia. Proses pengembangan arsip digital di masa depan dinilai penting karena akan punahnya material-material berbahan analog.

Pembukaan Expert Meeting hari pertama ini ditutup dengan makan malam bersama antara para partisipan bersama para pejabat Pemerintahan Kota Bandung untuk mendiskusikan harapan komunitas kreatif kepada pemerintah.

Sumber : http://www.wikipedia.com



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: