My Memory











{Maret 9, 2011}   Perubahan Teknologi baru menimbulkan Budaya baru

Perkembangan teknologi dewasa ini memang tidak dapat kita bendung. Seiring berjalannya waktu, teknologi kini berkembang semakin pesat. Terkait dengan Perkembangan Teknologi Komunikasi maka media pun berkembang dan memunculkan media-media baru yang mengglobal. Media baru saat ini berupa internet, tv digital dan lain-lain semakin banyak dikonsumsi oleh khalayak. Salah satu jenis media baru yang kini sedang menggema adalah Internet.

 

Jika kita lihat perkembangan teknologi komunikasi saat ini hampir semua menyediakan layanan internet, dari mulai PSP yang kegunaan awalnya sebagai game, sampai Handphone yang kegunaan awalnya sebagai alat komunikasi saja kemudian berkembang dan didalamnya bisa terhubung dengan koneksi internet. Ini membuktikan bahwa kehidupan kita dikelilingi dengan budaya internet.

 

Secara tidak disadari keberadaan internet dikehidupan kita membawa dampak terhadap budaya kita khususnya budaya indonesia, baik berdampak positif maupun berdampak negatif. melihat dari dampak positif dari perkembangan internet pada saat ini adalah budaya yang kita miliki dapat diketahui dan diakui oleh dunia, jika melihat dari segi negatifnya, banyak dari kita yang justru meninggalkan budaya yang kita miliki untuk membentuk budayanya sendiri. Sebagai contoh yang sedang ramai diindonesia saat ini adalah situs jejaringan sosial Facebook yang ditemukan oleh Mark Zuckerberg seorang mahasisiwa Harvard, telah berhasil memikat banyak masyarakat indonesia untuk mengkonsumsinya.

FACEBOOK

 

Melalui Facebook kita dapat berinteraksi dengan teman, sehingga terasa bertatap muka (face to face), karena internet tidak mengenal ruang dan waktu. Banyak dari kita yang kecanduan Facebook atau situs jejaring sosial lainnya, misalnya Anda mengubah status lebih dari dua kali sehari dan rajin mengomentari perubahan status teman. Anda juga rajin membaca profil teman lebih dari dua kali sehari meski ia tidak mengirimkan pesan atau men-tag Anda di fotonya. Hal tersebut adalah salah satu yang mengubah budaya yang kita miliki selama ini.

Contoh Teknologi Baru Melalui Facebook

 

Suatu hubungan mulai menjadi kering ketika para pengguna Facebook atau situs jejaring sosial lainnya tak lagi menghadiri social gathering, menghindari pertemuan dengan teman-teman atau keluarga, dan lebih memilih berlama-lama menatap komputer (atau ponsel). Ketika akhirnya berinteraksi dengan rekan-rekan, mereka menjadi gelisah karena “berpisah” dari komputernya.

 

Dengan adanya Facebook atau situs jejaring sosial lainnya mengubah gaya hidup seseorang menjadi lebih modern, karena menurut mereka gaya hidup yang modern adalah yang dapat mengikuti perkembangan teknologi komunikasi, sehingga budaya akan bergeser kepada budaya yang modern pula.

 

Dengan menjamurnya internet saat ini kita jarang menjumpai orang yang tidak saling kenal dihalte bus bertegur sapa, karena sekarang mereka sibuk dengan handphonenya masing-masing. Ketika terjadi musibah seperti gempa beberapa waktu yang lalu orang-orang tidak lagi memperdulikan untuk membantu orang lain, hal yang utama dilakukan olehnya adalah mengupdate status di facebook nya.

 

Apakah budaya kita yang dikenal orang sebagai budaya yang ramah tergeser oleh kemajuan perkembangan teknologi?

Budaya itu berbanding lurus dengan Waktu, Jadi budaya dan tatanan adat selalu mengikuti perkembangan zaman. Yang namanya perkembangan sedikit demi sedikit akan menggeser nilai-nilai budaya untuk menjaga agar budaya kita tetap ada dan tidak tergeser modernisasi perlu kita memperkenalkan, melestarikan dan menanamkan kepada generasi pelanjut.

http://www.wikipedia.com



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: