My Memory











{April 4, 2011}   Perilaku Buruk Manusia ( PSIKOPAT )

Orang yang psikopat cenderung melakukan segala sesuatu tanpa ada beban. Hal ini karena salah satu ciri psikopat adalah sudah melakukan kesalahan tapi ia tetap tidak merasa bersalah. Ada sebuah pendapat yang mengatakan bahwa “Orang yang psikopat itu tidak punya rasa bersalah sama sekali dan penilaian moralnya sudah tidak ada, karena itu dia enjoy saja melakukannya,”

 

Dua kategori dari perilaku buruk manusia yaitu:

1. Anti sosial
Orang yang anti sosial umumnya masih memiliki sedikit rasa bersalah dan punya kecenderungan untuk melanggar normal. Terkadang orang yang anti sosial itu tahu kalau apa yang dilakukannya itu salah, tapi tetap saja dilakukan.

 

2. Psikopat

Psikopat bisa diartikan sebagai penyakit jiwa. Psikopat yang berasal dari psyche yang artinya jiwa dan phatos artinya penyakit. Pengidapnya dinamakan sosiopat yang perilakunya antisosial dan dapat merugikan orang-orang yang berada didekatnya. Seorang psikopat tak semuanya gila mereka sadar sepenuhnya apa yang mereka lakukan. Gejalanya sendiri disebut psikopati pengidapnya sering disebut orang gila tanpa gangguan mental.

Robert D Hare melakukan penelitian psikopat telah melakukan penelitian psikopat selama 25 tahun. Ia berpendapat seorang psikopat selalu membuat kamuflase yang rumit, memutar balikan fakta, menebar fitnah, dan kebohongan demi untuk dapat memuaskan dan dapat keuntungan buat dirinya sendiri. Psikopat dikenal sebagai pemerkosa, pembunuh dan korupsi akan tetapi ini hanya 15-20%. Selebihnya kepribadian yang menarik, berpenampilan sempurna, mempesona, pandai berbicara, mempunyai daya tarik yg luar biasa dan menyenangkan. Seorang psikopat tidaklah bodoh akan tetapi dia orang yang pintar, memiliki IQ yang tinggi.

 

Berikut ini beberapa ciri yang mungkin dapat menjadi isyarat adanya gangguan kepribadian psikopat:
1. Pada awalnya menampilkan sikap yang menarik, cenderung dibuat-buat, memesona, dan menebarkan sikap hangat. Inilah yang membuat orang mudah memercayainya, dan dengan kepercayaan itu mereka mencelakai atau menipu korbannya.
2. Beranggapan dirinya yang paling penting dan harus diistimewakan, semuanya berpusat pada dirinya, pokoknya untuk saya, pokoknya milik saya, pokoknya saya dan saya.
3. Sering memperlihatkan perlakuan yang impulsif (meledak-ledak), sulit menunda dan mengendalikan emosi. Kalau punya keinginan harus sekarang, kalau tidak akan marah atau mengamuk.
4. Hubungan pertemanan atau hubungan sosial yang singkat, sering ganti-ganti pasangan asmara atau ganti-ganti pekerjaan.
5. Sering berbohong, menipu, dan mengkhianati.

6. Kurang tanggung jawab atas perbuatannya, berani mengambil keputusan berisiko dan tidak dapat belajar dari pengalaman, selalu diulang terus, meskipun telah diberi hukuman atau peringatan.
7. Kurang mampu merasakan perasaan orang lain, tidak peduli orang lain menderita.
8.Cenderung menyalahkan orang lain untuk apa yang telah dilakukannya.
Lima tahap mendiagnosis psikopat :
1. Mencocokkan kepribadian pasien dengan 20 kriteria yang ditetapkan Prof. Hare. Pencocokan ini dilakukan dengan cara mewawancara keluarga dan orang-orang terdekat pasien, pengaduan korban, atau pengamatan perilaku pasien dari waktu ke waktu.
2. Memeriksa kesehatan otak dan tubuh lewat pemindaian menggunakan elektroensefalogram, MRI, dan pemeriksaan kesehatan secara lengkap. Hal ini dilakukan karena menurut penelitian gambar hasil PET (positron emission tomography) perbandingan orang normal, pembunuh spontan, dan pembunuh terencana berdarah dingin menunjukkan perbedaan aktivitas otak di bagian prefrontal cortex yang rendah. Bagian otak lobus frontal dipercaya sebagai bagian yang membentuk kepribadian.
3. Wawancara menggunakan metode DSM IV (The American Psychiatric Association Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder versi IV) yang dianggap berhasil untuk menentukan kepribadian antisosial.
4. Memerhatikan gejala kepribadian pasien. Biasanya sejak usia pasien 15 tahun mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan kejiwaan.
5. Melakukan psikotes. Psikopat biasanya memiliki IQ yang tinggi.

 

Gejala-Gejala Psikopat

Ada 3 ciri utama yang selalu melekat pada seorang psikopat yaitu egosentrisme (sifat dan kelakuan yg selalu menjadikan diri sendiri sebagai yang hebat dalam hal), tidak punya simpati dan tidak pernah menyesal. Adapula karakter yang melekat pada seorang psikopat, yaitu : dia tidak memiliki empati, emosinya dangkal, bersikap manipulatif, pembohong, toleransi yang rendah pada frustasi, membangun relasi yang singkat dan bersifat episodik, gaya hidup yang parasitik dan melanggar norma sosial.

Banyak penelitian psikopat lebih menyiksa pasangannya dari pada membunuhnya. Dari sekian banyak kasus pembunuhan dalam rumah tangga, hanya 2% yang pelakunya bener-bener orang psikopat. Seorang psikopat umumnya tidak pernah menyesal dengan aksinya, hanya sedikit psikopat yang menyesal lalu memutuskan untuk bunuh diri.

  • Impulsif dan sulit mengendalikan diri, untuk psikopat tidak ada waktu untuk menimbang baik buruk tindakan mereka lakukan dan tidak peduli apa yang mereka perbuat atau memikirkan kedepannya.
  • Mereka sering berbohong, fasih dan dangkal. Psikopat sendiri seringkali pandai melucu dan pandai berbicara yang secara khas  berusaha pandai dan mengetahui bidang pengetahui sosiologi, psikitri, kedokteran, psikologi, filsafat, puisi, sastra dan lain-lain. Sering mengarang cerita yang membuatnya positif dan apabila ketahuan berbohong mereka tidak peduli dan akan mengunakan kebohongan lagi demi menutupi kebohongannya.
  • Manipulatif dan curang. Psikopat terkadang menunjukan emosi dramatis walaupun sesungguhnya mereka tidak sungguh-sungguh.
  • Psikopat tidak memiliki perasaan bersalah atau menyesal. Meski terkadang psikopat mengakui perbuatannya namun ia sangat meremehkan dan menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli.
  • Psikopat Senang melakukan pelanggaran dan bermasalah pada waktu masa kecil.
  • Psikopat tidak memiliki empati, mereka kurang dalam hal ini. Bagi psikopat memotong kepala ayam tidak ada bedannya dengan memotong kepala manusia.
  • Psikopat juga selalu bersifat agresif, menantang nyali , sering berkelahi, jam tidur larut dan selalu keluar rumah.
  • Psikopat tidak mampu buat bertanggung jawab dan selalu memikirkan demi hal-hal kesenangan belaka.
  • Hidupnya selalu seperti parasit yang memanfaatkan orang lain untuk kesenangan dan kepentingannya diri sendiri.
  • Sikapnya yang antisosial di usia dewasa.

 



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: