My Memory











{April 11, 2011}   NETWORKS| Oleh Septiani Kenyo Anggun

Analisis jaringan sosial pandangan hubungan sosial dari segi teori jaringan terdiri dari node dan hubungan (juga disebut tepi, link, atau koneksi). Node adalah aktor individual dalam jaringan, dan hubungan adalah hubungan antara para aktor. Struktur berbasis grafik yang dihasilkan seringkali sangat kompleks. Ada bisa banyak jenis hubungan antara node. Penelitian di berbagai bidang akademik telah menunjukkan bahwa jaringan sosial beroperasi pada banyak tingkatan, dari keluarga sampai ke tingkat negara-negara, dan memainkan peran penting dalam menentukan cara memecahkan masalah tersebut, organisasi dijalankan, dan sejauh mana individu-individu berhasil dalam mencapai tujuan mereka.

Dalam bentuk yang paling sederhana, jaringan sosial adalah peta hubungan yang relevan dipilih antara node yang dipelajari, tanpa membedakan jenis hubungan. Node yang individu demikian dihubungkan adalah kontak sosial individu itu. Jaringan tersebut juga dapat digunakan untuk mengukur modal sosial – nilai bahwa seseorang mendapatkan dari jaringan sosial. Konsep-konsep ini sering ditampilkan dalam diagram jaringan sosial, dimana node adalah poin dan hubungan adalah baris.

Analisis jaringan sosial

Contoh diagram jaringan sosial. Simpul dengan sentralitas tertinggi betweenness ditandai dengan warna kuning.

Analisis jaringan sosial (terkait dengan teori jaringan) telah muncul sebagai teknik utama dalam sosiologi modern. Hal ini juga mendapatkan pengikut yang signifikan dalam antropologi, biologi, komunikasi studi, ekonomi, geografi, ilmu informasi, studi organisasi, psikologi sosial, dan sosiolinguistik, dan telah menjadi topik yang populer spekulasi dan belajar.

Orang-orang telah menggunakan gagasan “jaringan sosial” longgar selama lebih dari abad ke berkonotasi set kompleks dari hubungan antara anggota sistem sosial pada semua skala, dari interpersonal ke internasional. Pada tahun 1954, JA Barnes mulai menggunakan istilah sistematis untuk menunjukkan pola hubungan, meliputi konsep-konsep tradisional yang digunakan oleh publik dan yang digunakan oleh ilmuwan sosial: kelompok dibatasi (misalnya, suku, keluarga) dan kategori sosial (misalnya, jenis kelamin, etnis). Cendekiawan seperti S.D. Berkowitz, Stephen Borgatti, Burt Ronald, Carley Kathleen, Everett Martin, Katherine Faust, Freeman Linton, Granovetter Mark, Knoke David, Krackhardt David, Peter Marsden, Mullins Nicholas, Anatol Rapoport, Stanley Wasserman, Barry Wellman, Douglas R. White, dan Harrison Putih memperluas penggunaan analisis jaringan sosial yang sistematis.

Analisis jaringan sosial kini telah dipindahkan menjadi metafora sugestif ke pendekatan analitik untuk paradigma, dengan laporan sendiri teoritis, metode, jaringan lunak analisis sosial, dan peneliti. Analis alasan dari keseluruhan untuk sebagian; dari struktur kaitannya dengan individu, dari perilaku sikap. Mereka biasanya baik mempelajari jaringan keseluruhan (juga dikenal sebagai jaringan lengkap), semua hubungan yang mengandung hubungan yang ditentukan dalam populasi tertentu, atau jaringan pribadi (juga dikenal sebagai jaringan egosentris), ikatan bahwa orang-orang tertentu memiliki, seperti “mereka komunitas pribadi ”

 

Perbedaan antara seluruh / jaringan lengkap dan pribadi / jaringan egosentris telah. bergantung sebagian besar pada bagaimana analis mampu mengumpulkan data. Artinya, bagi kelompok seperti perusahaan, sekolah, atau masyarakat keanggotaan, analis diperkirakan memiliki informasi lengkap tentang yang ada di jaringan, semua peserta yang baik ego potensial dan mengubah. Pribadi / studi egosentris biasanya dilakukan ketika identitas ego yang dikenal, namun tidak mengubah mereka. Studi ini bergantung pada ego untuk memberikan informasi tentang identitas mengubah dan tidak ada harapan bahwa berbagai ego atau set mengubah akan dikaitkan satu sama lain.

 

Sebuah jaringan snowball mengacu pada gagasan bahwa mengubah diidentifikasi dalam sebuah survei egosentris kemudian menjadi ego diri mereka sendiri dan pada gilirannya mampu untuk mencalonkan mengubah tambahan. Walaupun ada batas logistik berat untuk melakukan studi jaringan bola salju, sebuah metode untuk memeriksa jaringan hibrid baru-baru ini telah dikembangkan di mana ego dalam jaringan lengkap dapat mengusulkan mengubah dinyatakan tidak terdaftar yang kemudian tersedia untuk semua ego berikutnya untuk melihat. Hibrida yang jaringan mungkin berharga untuk memeriksa seluruh / jaringan lengkap yang diharapkan untuk memasukkan pemain penting diluar mereka yang secara resmi diidentifikasi. Sebagai contoh, karyawan perusahaan sering bekerja dengan konsultan non-perusahaan yang mungkin menjadi bagian dari jaringan yang tidak dapat sepenuhnya ditentukan sebelum pengumpulan data.

 

Komunikasi dalam sosialisasi pernah dipandang  sebagai transfer informasi dari pengirim kepada penerima. Namun saat ini komunikasi dianggap sebagai berbagai informasi. Perubahan ini membawa akibat pada pemusatan perhatian analisis  komunikasi  kepada hubungan antar  individu  yang   menunjukkan lingkaran pergaulan langsung dalam sebuah topik  tertentu (Gonzales dalam Jahi, 1993: 92).
Ada berbagai cara untuk mengetahui dan mengerti indikator elemen komunikasi diantaranya: pertama, isi dan sumber informasi indikatornya ditunjukkan dari apa yang diinformasikan dan “siapa” serta “mengapa”  menjadi potential people. Siapa dalam pengertian ini lebih menunjukan tentang gambaran posisi yang bersangkutan pada struktur masyarakat setempat, karena siapa berarti pula mempertanyakan tentang posisi yang bersangkutan. Sedangkan mengapa berarti menggambarkan tentang proses sosial yang ada pada masyarakat itu. Mengapa mengindikasikan bagaimana struktur sosial itu dapat berjalan sesuai fungsinya (proses sosial).

 

Kedua, tipologi jenis saluran komunikasi indikatornya dapat dilihat dari jumlah institusi sosial baik formal atau non formal dalam organisasi dan efektifitas fungsionalnya. Ketiga, tipologi khalayak indikatornya  berupa gambaran tentang karakteristik demografi setempat. Setiap kelompok karakteristik demografinya akan  lebih mudah bila dilihat dari sisi tertentu dengan mempertimbangkan status, ekonomi dan sosial (SES). Pada kelompok yang SES-nya tinggi, ada kecenderungan cukup selektif dalam menerima informasi. Tetapi sebaliknya, kelompok yang SES-nya rendah cenderung apatis terhadap informasi.
Ketika analisis terhadap hubungan dalam sebuah sistem sosial dilakukan lebih dikenal dengan analisis  jaringan  komunikasi. Analisis  ini dapat digunakan untuk mengetahui keanggotaan jaringan sosial,  arah  hubungan,  kepemukaan  pendapat, jaringan komunikasi personal, sampai pada kekompakan jaringan  komunikasi  (lihat, Cahyana dalam Suyanto,  1995:  218-221).

 

Pemahaman tentang definisi jaringan sosial itu sendiri adalah suatu jaringan relasi dan hubungan sosial yang terdapat dalam suatu masyarakat.  Jaringan ini merupakan keseluruhan relasi dan hubungan sosial yang dapat diamati di suatu masyarakat, misalnya jaringan sosial yang terdapat di masyarakat desa, keseluruhan relasi dan hubungan sosial di kalangan pemimpin desa, antara pemimpin desa dan masyarakat desa, di kalangan warga masyarakat tersebut pada umumnya . Relasi dan hubungan sosial itu terdapat diberbagai bidang kehidupan yan meliputi ekonomi, sosial, kebudayaan dan lain-lain. Jaringan relasi dan hubungan sosial merupakan pencerminan hubungan antar status-status dan peran-peran dalam masyarakat. Daringan sosial di masyarakat komplek lebih rumit dibanding masyarakat sederhana atau masyarakat primitif. (lihat Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 7, 1989 : 345).
Menurut Wright (1988 : 102 – 104) fokus kajian jaringan komunikasi lebih diarahkan pada pola-pola pengaruh, yaitu  siapa yang menjadi influentials atau orang-orang yang berpengaruh dan bagaimana morphis–nya atau dengan kata lain seberapa jauh penyebaran pengaruhnya. Ini berarti, kajian jaringan komunikasi berhubungan dengan ketokohan seseorang. Sebutan tokoh tentu berkait erat dengan status. Dan status adalah bagian yang tak terpisahkan dengan pengaruh atau aksesibilitas masyarakat setempat terhadap sumber informasi dan segala aspeknya.

 

Analisis jaringan ini dapat dilihat melalui hubungan – hubungan yang terdapat diantara orang – orang dan diantara klik – klik pada suatu topik tertentu yang dapat diungkapkan dengan teknik – teknik sosiomentri dan didasarkan pada penemuan “siapa berinteraksi dengan siapa“ (lihat, Gonzalez dalam Jahi, 1993 : 94).   Bukti nyata efek jaringan komunikasi  pada  perubahan perilaku  seseorang diperoleh dari beberapa  studi  tentang adopsi program atau kegiatan pemerintah. Seperti dinyatakan Gonzales,  untuk  sebagian, perilaku  seseorang  dipengaruhi  oleh  hubungan  orang tersebut dengan orang lain  atau  oleh jaringan komunikasi yang diikutinya (lihat, Gonzales dalam Jahi, 1993: 98).



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: